$type=carousel

Ganjar: Butuh Waktu 3-4 Tahun Agar Pohon Yang Ditanam Bisa Efektif Menahan Air.

Untuk menangani kerusakan lahan di Pegunungan Kendeng, dilakukan penanaman pohon bersama antara Pemerintah Kabupaten Pati, Pemerintah Prov...

Untuk menangani kerusakan lahan di Pegunungan Kendeng, dilakukan penanaman pohon bersama antara Pemerintah Kabupaten Pati, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, di desa Sumbersari Kecamatan Kayen, Rabu (15/1).

Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin turut mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo dan Kepala BNPB Doni Monardo melakukan penanaman pohon di kawasan Pegunungan Kendeng.

Dalam perjalanan menuju lokasi penanaman, mereka kompak memunguti sampah yang berceceran di lokasi wisata Lorodan Semar, sebagai tempat penanaman pohon.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan yang perlu dilakukan adalah mitigasi lingkungan dari hulu ke hilir. Dimana terlihat relatif rusak di sisi hulu. Pihaknya pun melakukan penghijauan di sepanjang Muria, yaitu jalur Pegunungan Kendeng untuk memperbaiki lingkungan.
"Bareng- bareng kita melakukan penanaman di musim hujan ini, karena terjadi kerusakan yang cukup parah di lahan Kendeng," imbuhnya.

Sementara di bagian tengah, Gubernur menegaskan menjadi wewenang provinsi melalui BBWS untuk memperbaiki. Sedangkan untuk pencegahan banjir, Ganjar optimis belum terlambat untuk melakukan perbaikan lingkungan. Salah satu diantaranya, dengan penghijauan di Gunung Kendeng yang kini menjadi lahan kritis.

Namun ia menekankan, butuh waktu 3-4 tahun agar pohon yang ditanam bisa efektif menahan air.
"Tidak bisa 'mak bedunduk' langsung jadi. Kedatangan kami kesini, bersama Pak Doni jauh- jauh dari Jakarta sebagai bentuk kepedulian untuk menghijaukan Kendeng lagi," ujarnya.

Ganjar mengungkapkan, dalam penghijauan yang perlu dicermati bukan hanya menanam saja. Namun dibutuhkan merawat pohon yang telah ditanam. Ia mengatakan, dibutuhkan waktu tiga tahun untuk pohon agar bisa tumbuh mandiri.
"Menanam itu bukan dihitung berapa yang ditanam, tapi berapa yang hidup. Jadi mesti ada kelompok masyarakat yang diberi tanggung jawab untuk merawat pohon yang telah ditanam," tegasnya.

Gubernur juga mengimbau agar masyarakat yang menanam pohon, dapat melakukan pengecekan kembali apakah pohonnya bisa hidup atau tidak.
"Untunglah masih musim penghujan, apalagi di daerah karst seperti ini pohon perlu banyak disiram," imbuh Ganjar.

Sementara itu Bupati Haryanto berharap, dengan adanya penanaman bibit ini, hutan di pegunungan Kendeng kembali lestari. Sehingga, air hujan akan terserap dengan baik dan berbagai bencana alam, di antaranya banjir dan tanah longsor dapat dicegah. (po2/PO/MK)
[15/1 3.57 PM] +62 813-2870-0489: BNPB Tawarkan Solusi Agar Warga Tak Gunduli Pegunungan Kendeng

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menawarkan solusi agar warga tak mudah menebang dan menggunduli lahan di Pegunungan Kendeng yang berada di wilayah Kabupaten Pati bagian selatan.

Menurutnya, selain menanam tanaman keras yang punya nilai jual tinggi, penduduk setempat bisa menanam tumbuhan lain di sela-sela pohon tersebut.

Tanaman yang ada di bawahnya juga diharapkan memiliki nilai jual dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri.

Tanaman keras yang dimaksudkan di sini adalah tanaman yang mempunyai masa manfaat 20 tahun atau lebih, seperti misalnya pohon jati.

Sedangkan tanaman di bawahnya dapat berupa tumbuhan  rempah-rempah, dan tanaman lain yang punya nilai jual dan dibutuhkan oleh dunia industri.

"Kalau punya nilai jual kan kemungkinan kecil mereka akan menebangnya", tutur Ketua BNPB Doni Monardo, siang ini (15/1), saat diwawancara usai menghadiri kegiatan penghijauan  Kawasan Pegunungan Kendeng di Desa Sumbersari Kecamatan Kayen.

Ia pun menegaskan bahwa di Jawa Tengah banyak industri jamu yang tentu butuh pasokan rempah-rempah.

Selain itu, berdasarkan data dari International Trade Center yang dihimpun BNPB, menurut Doni, saat ini kebutuhan global  atsiri, aroma terapi, kosmetik, dan farmasi yang bersumber dari rempah-rempah, nilainya bahkan mencapai USD 427 Milyar.

"Negara kita dulu juga terkenal terkena sebagai penghasil penghasil rempah-rempah, bahkan salah satu perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC dulu bisa meraup untung hingga USD 7,9 triliun dari hasil penjualan rempah-rempah", jelasnya.

Ia bahkan menyinggung soal komoditi porang yang kini sedang populer dipakai sebagai bahan pembuatan mie shirataki dan beras shirataki.

"Indonesia memiliki potensi sebagai penghasil porang terbesar di dunia. Di sela-sela tanaman keras warga bisa tanam tumbuhan porang", harapnya.

Ditanya soal kondisi pegunungan kendeng yang gundul, Ketua BNPB menjelaskan bahwa saat ini ada 12 ribu hektar lahan kritis di wilayah tersebut. "Butuh sekitar 4,8 juta pohon untuk menghijaukan kembali wilayah ini", tegasnya.

Jika penghijauan berhasil, maka ia optimis banjir bandang yang kerap terjadi di Sukolilo dan Kayen dapat berkurang.

"Saat ini di hulu gundul, air hujan nggak ada resapan. Sementara itu ada sedimentasi sungai, jadinya sungainya dangkal", terang Doni.

Sementara itu, di acara tersebut, Bupati Pati Haryanto sempat menyampaikan laporan bahwa, baru-baru ini pihaknya juga telah melakukan penghijauan, dan ia pun mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNPB dan Gubernur Jawa Tengah yang telah turut memberikan perhatian untuk wilayah Pati Selatan.

Dalam kesempatan itu juga terungkap bahwa Karang Taruna Pati juga telah menanam 80 ribu pohon di berbagai lokasi.

Dan sebagai bentuk ajakan agar masyarakat mencegah banjir dengan tidak buang sampah sembarangan, tadi, di sepanjang jalan menuju tempat acara, Gubernur, Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) memunguti sampah plastik yang ada di lokasi penanaman yaitu di tempat wisata Lorodan Semar, Desa Sumbersari Kecamatan Kayen. (fn1.2/FN/MK)

COMMENTS

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Name

BUDAYA,20,CARI HOTEL PATI,1,DAERAH,5,DORINDO GORDYN,3,EKONOMI,39,Event,12,GAMBAR,1,Headline News,8,HUKUM,11,INFO KAMPUS PATI,1,INSPIRASI,20,Kabar desa,8,Karnaval,1,Kesehatan,17,KRIMINAL,4,Kuliner,3,LINTAS ISLAM,20,Musik,1,Nasional,3,Objek Wista,4,OLAHRAGA,14,Pemerintah,41,PENDIDIKAN,22,Peristiwa,12,PERTANIAN,7,POLITIK,26,PPERTANIAN,1,Religi,12,SEJARAH,11,SOSIAL,32,TEKNIK SIPIL,3,Wanita,2,WISATA,4,
ltr
item
patiposnews: Ganjar: Butuh Waktu 3-4 Tahun Agar Pohon Yang Ditanam Bisa Efektif Menahan Air.
Ganjar: Butuh Waktu 3-4 Tahun Agar Pohon Yang Ditanam Bisa Efektif Menahan Air.
https://1.bp.blogspot.com/-2pOPYoMJEQw/Xh-4c9kpQlI/AAAAAAAADK8/apsApIQZ35wpt_XcBh6NOn3DFPfH50qhgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200115-WA0007.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2pOPYoMJEQw/Xh-4c9kpQlI/AAAAAAAADK8/apsApIQZ35wpt_XcBh6NOn3DFPfH50qhgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200115-WA0007.jpg
patiposnews
http://www.patiposnews.com/2020/01/ganjar-bukan-berapa-yang-ditanam-berapa.html
http://www.patiposnews.com/
http://www.patiposnews.com/
http://www.patiposnews.com/2020/01/ganjar-bukan-berapa-yang-ditanam-berapa.html
true
11647511441426113
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Teruskan Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy